husnudzhon?suudzon? -_-

Prasangka Baik

"Wahai isteriku, sesungguhnya di kota Madinah ini sedang tersebar berita tentang Ummul Mukminin Aisyah. Bagaimanakah pendapatmu tentang berita itu ? "

Isteri Abu Ayyub kembali bertanya, "Wahai suamiku, andaikan engkau menjadi Shafwan apakah engkau pernah berfikir untuk melakukan perbuatan serong dengan Ummul Mukminin Aisyah ?"

"Tentu saja tidak !", jawab Abu Ayyub.

"Wahai suamiku, jika aku menjadi Aisyah, aku pun tidak akan pernah berfikir untuk mengkhianati Rasulullah. Dan ketahuilah, bahwa Shafwan itu jauh lebih baik daripada engkau, dan Aisyah itu jauh lebih baik daripada aku. Jika terhadap kita saja hal itu tidak mungkin terjadi, bagaimana mungkin hal itu terjadi kepada orang-orang yang lebih baik dari kita ? (yaitu Shafwan dan Aisyah)".

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? (Jika demikian keadaan mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh itu, patuhilah larangan-larangan yang tersebut) dan bertakwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Penerima taubat, lagi Maha mengasihani." (Surah Al_Hujurat:12)

 

Berita Bohong
Pertanyaan di atas sekali itu adalah pertanyaan Abu Ayyub kepada isterinya tentang berita bohong yang sedang hangat di kota Madinah tentang Ummul Mukminin Aisyah ra yang dituduh berbuat serong dengan Safwan bin Mu’atthal As-Silmi. Tuduhan tersebut dilontarkan oleh kaum munafiqin yang dikepalai oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Mereka adalah sebahagian penduduk Madinah yang tidak sukakan kehadiran kaum Muslimin yang berhijrah ke kota Madinah.

Peristiwa ini bermula dari peristiwa Aisyah ra tertinggal dari rombongan Rasulullah ketika baginda kembali dari peperangan melawan bani Musthaliq. Aisyah yang tertinggal dari rombongan, ditemukan oleh Shafwan yang bertugas berjalan di belakang pasukan. Ketika Shafwan menemukan Aisyah yang sedang terbaring berselimutkan kainnya, Shafwan bertanya,

"Mengapa anda tertinggal ?"

Shafwan segera mendekatkan untanya pada Aisyah dan mempersilakan beliau untuk menaikinya. Shafwan kemudian menuntun unta yang ditunggangi Aisyah dan menyambung perjalanan menuju ke Madinah. Melihat peristiwa ini, kaum munafiqin segera mengambil kesempatan untuk menjatuhkan kehormatan keluarga Rasulullah dengan mengeksploitasi peristiwa itu dan melontarkan tuduhan yang sangat keji.

 

Sikap kaum muslimin
Kaum muslimin pada waktu itu terbahagi kepada dua dalam menanggapi hal tersebut. Ada yang yakin bahawa berita tersebut hanyalah fitnah orang-orang yang tidak suka kepada keluarga Rasulullah saw., ada pula yang secara langsung atau tidak langsung membenarkan berita tersebut melalui kata-kata dan sikap mereka.

 

Bagaimana sikap yang seharusnya?

Allah menyebutkan bahawa sebahagian dari prasangka adalah dosa. Memang benar, kerana pada kenyataannya prasangka itu hampir selalu mengikuti keinginan hawa nafsu. Ketika seseorang mendapatkan sesuatu berita negatif (yang belum pasti kebenarannya), maka dengan pantasnya syaitan duduk di sampingnya, menambahkan berita itu dengan beribu macam dugaan dan membisikannya ke dalam hati manusia.

Hendaklah kita segera menepis segala pemikiran, dugaan, prasangka yang terlintas, agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan segera beristighfar minta ampun kepada Allah.

Selanjutnya Allah pun melarang kita kaum muslimin mencari-cari kesalahan orang lain (apalagi saudara sendiri) dan mengaibkan mereka, hingga Allah memisalkan perbuatan tersebut seperti memakan daging saudara sendiri. Siapakah yang sudi memakan daging seperti itu ?

Jika kita kebetulan mendengar sesuatu hal tentang saudara kita, yang belum teruji kebenarannya, maka wajiblah bagi kita untuk mendahulukan prasangka baik (husnudzon) sebelum prasangka buruk (su’udzon), seperti yang dicontohkan oleh keluarga Abu Ayyub dia atas. Prasangka baik inilah yang akan menjadikan hubungan persaudaraan (ukhuwah) semakin erat dan melindungi kita dari penyakit hati iri dan dengki terhadap saudara seiman.

Ikatan persaudaraan yang dilandasi oleh iman, yang terlindung dari prasangka buruk dan kedengkian inilah yang akan mampu membangunkan Islam yang tahan menghadapi serangan panas, hujan dan badai.

 

 

2 thoughts on “husnudzhon?suudzon? -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s